Implementasi
kurikulum 2013 dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik, pendekatan
saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar
peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hokum atau prinsip melalui tahapan-tahapan
mengamati, merumuskan masalah,mengumpulkan data dengan berbagai teknik,
menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hokum atau
prinsip yang ditemukan. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi
menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja,
tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi
pembelajaran yang diharapkan dapat mendorong peserta didik dalam mencari tahu
dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.
Penerapan
pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses, seperti
mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan.
Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, guru sangat berperan penting dan
bantuan guru sangat diperlukan. Akan tetapi, bantuan guru harus semakin
berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas
siswa.
Metode
saintifik juga sangat relevan dengan tiga teori belajar, yaitu teori burner,
teori piaget dan teori vygotsky. Teori belajar burner disebut juga dengan teori
penemuan. Teori piaget, menyatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan
dan perkembangan skema (jamak skemata). Skemata adalah suatu struktur mental
atau struktur kognitif yang dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi
dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya (Baldwin, 1967). Vygotsky, dalam
teorinya menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja
atau belajar mengenai tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu
masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of
proximal development daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini
yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang
dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu (Nur dan Wikandari, 2000: 4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar